Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus dalam Kegiatan Pembelajaran di SLB Bina Potensi Palembang: Tinjauan Berdasarkan Kegiatan Magang MBKM

Authors

  • Mutia Mawardah Universitas Bina Darma Palembang
  • Dina Miati Aprilia Universitas Bina Darma Palembang

DOI:

https://doi.org/10.62951/komunitas.v4i3.387

Keywords:

Anak Berkebutuhan Khusus, Interaksi Sosial, Kegiatan Pembelajaran, Pendidikan Inklusif, Magang MBKM

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interaksi sosial anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam kegiatan pembelajaran di SLB Bina Potensi Palembang melalui pengalaman magang Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penelitian menggunakan metode observasi untuk mengamati empat siswa dengan karakteristik yang berbeda, yaitu tunarungu (J), sindrom Down (G), autisme ringan (A), dan disabilitas intelektual (Z). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki pola interaksi sosial yang beragam sesuai dengan karakteristik perkembangan, kemampuan komunikasi, dan kondisi masing-masing. Subjek G menunjukkan interaksi sosial yang paling aktif, sedangkan Subjek A cenderung pasif dan masih membutuhkan pendampingan guru dalam berinteraksi. Subjek J memiliki kemampuan bekerja sama yang baik dalam aktivitas kelompok, sementara Subjek Z lebih antusias mengikuti kegiatan berbasis permainan dibandingkan pembelajaran akademik. Kegiatan kelompok, khususnya permainan lempar bola, terbukti efektif sebagai media untuk mengamati sekaligus mengembangkan keterampilan sosial siswa. Selain itu, dukungan dan pendampingan guru berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kemampuan interaksi sosial setiap siswa.

References

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). American Psychiatric Publishing.

American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.; DSM-5-TR). American Psychiatric Publishing.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Carter, E. W., Common, E. A., Sreckovic, M. A., et al. (2014). Promoting social competence and peer relationships for adolescents with autism spectrum disorders. Remedial and Special Education, 35(2), 91–101. https://doi.org/10.1177/0741932513514618

Gresham, F. M., & Elliott, S. N. (2008). Social skills improvement system rating scales. Pearson Assessments.

Hallahan, D. P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2015). Exceptional learners: An introduction to special education (13th ed.). Pearson Education.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2020). Buku panduan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Parten, M. B. (1932). Social participation among preschool children. Journal of Abnormal and Social Psychology, 27(3), 243–269.

Santrock, J. W. (2018). Educational psychology (6th ed.). McGraw-Hill Education.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar (Edisi revisi). Rajawali Pers.

UNESCO. (2024). Inclusion in education. https://www.unesco.org/en/inclusion-education

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

World Health Organization. (2022). International classification of diseases (11th rev.). https://icd.who.int

World Health Organization. (2023). Disability. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/disability

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Mawardah, M., & Miati Aprilia, D. (2026). Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus dalam Kegiatan Pembelajaran di SLB Bina Potensi Palembang: Tinjauan Berdasarkan Kegiatan Magang MBKM. Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia , 4(3), 77–83. https://doi.org/10.62951/komunitas.v4i3.387