Pengaruh Perbedaan Ukuran Mata Jaring Insang Terhadap Hasil Tangkapan Lobster (Panulirus SPP) di Perairan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.62951/zoologi.v3i2.206Keywords:
Gill Net, Lobster, Seluma Bengkulu, Utilization StatusAbstract
Based on the results of this study, the following conclusions can be drawn: 1. The results of the analysis of the influence of the type of gill net mesh on lobster catches, the difference in mesh size of gill nets (gillnets) 1.5 inches and 2.25 inches significantly affects the size of lobsters (weight (Kg), total number (kg) of fish caught in the waters of Seluma Regency. 2. The size of the lobster caught is greatly influenced by the size of the gill net mesh mess size, the size of the 1.5 inch mess size gets lobsters with a size of 50-99 grams with a total of 42.0 kg or 14% of the total catch, while the bigger the lobster, the easier it is to avoid the net that can make them get caught, the smallest results were obtained from the 1.5 inch mess size, namely 23.80 kg or only 10% with a lobster size of more than 150 grams. While for the 2.25 inch mess size, the least number of lobsters was obtained from lobsters with a size of 50-99 grams because with that size, the lobster can easily avoid and the highest lobster catch results obtained as much as 76.10 kg or 25% of the total lobster catch with the largest size at 100-149 gr. 3. The best gill net mesh size used refers to the basic size of the target catch, the best gill net used is a mesh size of 2.25 inches, because this size net filters small lobsters to escape and catches large lobsters to be caught and can be traded because it does not violate existing regulations.
References
Abduh, H. H. (2018). Pengaruh alat tangkap jaring insang (gill net) terhadap kelimpakan ikan yang tertangkap di perairan Selat Melaka Provinsi Sumatra Utara [Disertasi, Universitas Sumatera Utara].
Ekifano, T. D. (2012). Analisis ikan hasil tangkapan jaring insang milenium dan strategi pengelolaannya di perairan Kabupaten Cirebon [Disertasi, Universitas Indonesia].
Erwina, Y. (2015). Potensi dan pola pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan di perairan Bengkulu (Studi kasus: Ikan bleberan (Thryssa sp.), tenggiri (Scomberomorus sp.) dan kape-kape (Psenes sp.)) [Tesis, Institut Pertanian Bogor].
Febrianto, A. (2008). Pengembangan usaha perikanan tenggiri di Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: Suatu pendekatan sistem bisnis perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Johannes, S., Matakupan, H., & Matruntty, D. D. P. (2011). Efisiensi penangkapan jaring insang lingkar dengan ukuran mata jaring dan nilai pengerutan yang berbeda di perairan pesisir Nagari Waai. Jurnal Pengembangan Pulau-Pulau Kecil, 2(3), 1–9.
Kordi, G. (2011). Budidaya 22 komoditas laut untuk konsumsi lokal dan ekspor. Lily Publisher.
Kordi, G., & Tancung, A. B. (2005). Pengelolaan kualitas air. Rineka Cipta.
Manalu, A., Usman, & Alit, H. Y. (2015). Analisis daerah penangkapan jaring insang permukaan (surface gill net) di perairan Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatra Utara [Disertasi, Universitas Riau].
Moeshariyanto, G. (2007). Bahan ajaran penangkapan ikan. Sekretariat Jenderal Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan.
PERMEN-KP No. 45 Tahun 2015. (2015). Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2015–2019.
PERMEN-KP No. 7 Tahun 2024. (2024). Pengelolaan lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.), dan rajungan (Portunus spp.).
Phillips, B. F., & Kittaka, J. (2000). Spiny lobster: Fisheries and culture. Blackwell Science.
Putrinatami, R. L. (2010). Kajian usaha penangkapan dengan alat tangkap multi gear di Pelabuhan Ratu (Studi kasus kapal PSP 01) [Disertasi, Institut Pertanian Bogor].
Razak, A. (2014). Analisis pengaruh perbedaan hanging ratio pada jaring insang (gill net) terhadap hasil tangkapan ikan. Jurnal Teknologi Penangkapan, 5(6), 111–118.
Runny, A. N. (2017, Agustus). Cara pengoperasian alat tangkap gill net. https://perikanan38.blogspot.com/2017/08/cara-mengunakan-alat-tangkap-gillnet.html
Soekartawi. (2006). Analisis usaha tani. UI Press.
Triharyuni, S., & Wiadnyana, N. N. (2018). Aspek biologi dan musim penangkapan lobster (Panulirus spp.) di perairan Kupang Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 23(3), 167–180. https://doi.org/10.15578/jppi.23.3.2017.167-180
Zelani. (2013, Juni). Konstruksi jaring insang. http://penyuluhankelautanperikanan.blogspot.com/2013/06/kontruksi-jaringinsang.html
Zulbainarni, N. (2012). Teori dan praktik pemodelan bioekonomi dalam pengelolaan perikanan tangkap. IPB Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zoologi: Jurnal Ilmu Peternakan, Ilmu Perikanan, Ilmu Kedokteran Hewan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



