Pemberdayaan Perempuan melalui Literasi Hak-Hak Pasca Perceraian Berbasis Perspektif Gender dan Maqasid Syariah di Desa Wadak Lor Kabupaten Gresik

Authors

  • Isyaq Maulidan Universitas Sunan Gresik
  • Dimas Eri Saputra Universitas Sunan Gresik
  • Cucun Ahmad Syamsurijal Universitas Sunan Gresik

DOI:

https://doi.org/10.62951/komunitas.v4i3.371

Keywords:

Hak Perempuan, Literasi Hukum, Perceraian, Maqasid Syariah, Sensitivitas Gender

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi hukum perempuan mengenai hak-hak pasca perceraian berbasis perspektif gender dan maqasid syariah di kalangan ibu-ibu PKK Desa Wadak Lor, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Perempuan pasca perceraian kerap tidak memahami hak nafkah iddah, mut'ah, nafkah anak, dan hadhanah sebagaimana diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Perkawinan, sehingga hak-hak tersebut terabaikan. Program ini dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama: (1) penyuluhan literasi hukum interaktif tentang hak-hak perempuan pasca perceraian; (2) workshop akses layanan hukum dan simulasi prosedur pengadilan agama; serta (3) pelatihan kesadaran gender dan maqasid syariah. Sasaran kegiatan adalah 14 ibu-ibu anggota PKK dan 5 perangkat desa. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, simulasi kasus, dan pre-test/post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang hak-hak perempuan pasca perceraian dari 24% menjadi 76%. Pengetahuan tentang prosedur pengadilan agama meningkat dari 18% menjadi 71%. Pemahaman mengenai maqasid syariah sebagai landasan perlindungan hak perempuan meningkat dari 15% menjadi 68%. Program ini diharapkan menjadi model intervensi pemberdayaan hukum berbasis komunitas yang berkelanjutan.

References

Agustina, A. M. (2017). HAK-HAK PEREMPUAN DALAM PENGARUSUTAMAAN RATIFIKASI CEDAW DAN MAQĀṢID ASY-SYARĪ‘AH. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 9(2), 201–210. https://doi.org/10.14421/ahwal.2016.09205

Ahmad, A., & Rozihan, R. (2021). Analisis Metode Mafhum Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Terhadap Masalah Nusyuz Suami. BUDAI: MULTIDISCIPLINARY JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES, 1(1), 13–23. https://doi.org/10.30659/budai.1.1.13-23

Amar, R., Maulidan, I., & Kurniawan, M. R. (2024). Kekerasan Dalam Rumah Tangga Sebagai Alasan Perceraiaan (Analisis Putusan Nomor 737/Pdt.G/2021/PA.TPI Perspektif Saddu Adz-Dzari’ah). El-Faqih : Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam, 10(1), 98–116. https://doi.org/10.58401/faqih.v10i1.1287

Amar, R., Zahrah, J., & Hertiana, L. (2024). Perceraian dan Penguatan Hak-hak Perempuan: Reformasi Hukum Keluarga di Mesir, Indonesia dan Pakistan: BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 5(1), 64–85. https://doi.org/10.36701/bustanul.v5i1.1388

As-Syatibi, A. I. (2004). Al-Muwāfaqāt Fῑ Uṣūl Al-Syarῑ’ah. Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.

Bowen, J., & Salim, A. (Eds.). (2018). Women’s Financial Rights after Divorce in Indonesia. In Women and Property Rights in Indonesian Islamic Legal Contexts (pp. 89–106). BRILL. https://doi.org/10.1163/9789004386297_007

Dharma, A. P., & Amar, R. (2024). Prinsip The Best Interests of The Child dalam Perwalian Anak: Studi Penetapan Nomor 0053/Pdt.P/2017/PA.Tpi. MAQASIDI: Jurnal Syariah Dan Hukum, 120–129. https://doi.org/10.47498/maqasidi.v4i1.2898

Dzuhayatin, S. R., & Sodik, M. (Eds.). (2018). PEDOMAN MODELING INSTITUSIONALISASI PROSES PERADILAN RESPONSIF GENDER, HAK PEREMPUAN, DAN HAK ANAK DI PENGADILAN AGAMA. Yogyakarta: Kalijaga Institute for Justice (KIJ).

Fikri, D., Safitri Rumain, I. A., Wulandari, W., Selaswati, S., Tasari, A. E., Renhoat, A. A., … Saiful Mila, M. A. (2020). Penguatan Partisipasi Masyarakat Melalui Pembangunan. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(2), 98. https://doi.org/10.33474/jp2m.v1i2.6558

Hammad, M. (2016). HAK-HAK PEREMPUAN PASCA PERCERAIAN: Nafkah Iddah Talak dalam Hukum Keluarga Muslim Indonesia, Malaysia, dan Yordania. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(1), 17–28.

Hartanto, R. V. P., & Firdausy, A. G. (2014). PARALEGAL DAN AKSES PEREMPUAN TERHADAP KEADILAN :KAJIAN TENTANG PERANAN PARALEGAL DALAM PEMBERDAYAAN HUKUM UNTUK MENINGKATKAN AKSES PEREMPUAN TERHADAP KEADILAN. Yustisia, 3(2). https://doi.org/10.20961/yustisia.v3i2.11098

iNews Gresik. (2025). Masalah Ekonomi dan Judi Online Mendominasi Angka Perceraian di Gresik.

Liu, S. (2020). Interactions between industrial development and environmental protection dimensions of Sustainable Development Goals (SDGs): Evidence from 40 countries with different income levels. Environmental & Socio-Economic Studies, 8(3), 60–67. https://doi.org/10.2478/environ-2020-0018

Masri, Mohd. A., Ibrahim, M., & Hadi, M. (2023). Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Partisipasi dalam Pembangunan Desa Payakameng. AJAD : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1). https://doi.org/10.59431/ajad.v3i1.149

Maulidan, I. (2026). PEMENUHAN HAK EKONOMI PEREMPUAN PASCA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA PERSPEKTIF TEORI TUJUAN HUKUM GUSTAV RADBRUCH. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah, 7(2), 1114–1129. https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i2.63664

Mistikawita, T. (2024). KECAMATAN SIDAYU DALAM ANGKA Sidayu District in Figures 2024. Gresik: ©BPS Kabupaten Gresik/BPS-Statistics Of Gresik Regency.

Nasruloh, M. N., & Hidayat, T. (2022). Budaya Patriarki dalam Rumah Tangga (Pemahaman Teks Al-Qur’an dan Kesetaraan Gender). YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 13(1), 139. https://doi.org/10.21043/yudisia.v13i1.14325

Nur Ika Trisnawati, S. (Ed.). (2024). METODOLOGI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT : TEORI DAN IMPLEMENTASI. Surakarta: Tahta Media Grup.

Nurlaelawati, E. (2018). Women’s Financial Rights after Divorce in Indonesia. In J. Bowen & A. Salim (Eds.), Women and Property Rights in Indonesian Islamic Legal Contexts (pp. 89–106). BRILL. https://doi.org/10.1163/9789004386297_007

Nurlaelawati, E. (2022). Islam, Women’s Sexuality and Patriarchy in Indonesia: Silent Desire, by Irma Riyani. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 178(2–3), 352–355. https://doi.org/10.1163/22134379-17802003

Prawitasari, N. Y., Apriani, E., Zed, E. Z., Ruwaida, G. A., Kesumojati, R. C. D., & Qibthiyah, M. (2025). Pemberdayaan Perempuan Melalui Literasi Hukum Terhadap Kekerasan Berbasis Gender Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Cibarusahjaya. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 551–559. https://doi.org/10.32696/ajpkm.v9i2.6254

Rahman Ghozali, A. (2003). Fiqih Munakahat. Jakarta: Kharisma Putra Utama.

Salim, A. (Ed.). (2009). Demi keadilan dan kesetaraan: Dokumentasi program sensitivitas jender hakim agama di Indonesia (Cet. 1). Ciputat: Puskumham Universitas Islam Negeri Jakarta : Asia Foundation.

Yuni, L. A., & Murjani, M. (2020). Gender Sensitivity at Judge’s Verdicts in Samarinda and Magelang Religious Courts; The Implementation of PERMA Number 03 of 2017. AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 15(2), 251–279. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v15i2.2714

Zaprulkhan. (2020). Rekonstruksi Paradigma Maqashid Asy-Syari’ah Kajian Kritis dan Komprehensif. Yogyakarta: IRCiSoD.

Downloads

Published

2026-06-11

How to Cite

Maulidan, I., Eri Saputra, D., & Ahmad Syamsurijal, C. (2026). Pemberdayaan Perempuan melalui Literasi Hak-Hak Pasca Perceraian Berbasis Perspektif Gender dan Maqasid Syariah di Desa Wadak Lor Kabupaten Gresik. Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia , 4(3), 12–23. https://doi.org/10.62951/komunitas.v4i3.371

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.