Sosialisasi Pola Hidup Sehat terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Panti Asuhan
DOI:
https://doi.org/10.62951/komunitas.v4i3.392Keywords:
Pola Hidup Sehat, Kebugaran Jasmani, Siswa, Panti Asuhan, Pengabdian MasyarakatAbstract
Pola hidup sehat merupakan aspek penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kebugaran jasmani siswa, termasuk anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Keterbatasan akses informasi kesehatan, kebiasaan sedentari, pola makan yang kurang seimbang, serta rendahnya aktivitas fisik terstruktur dapat berdampak pada rendahnya tingkat kebugaran jasmani siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa panti asuhan tentang pola hidup sehat dan mendorong peningkatan kebugaran jasmani melalui sosialisasi, praktik aktivitas fisik, edukasi gizi seimbang, kebersihan diri, istirahat cukup, serta pengukuran sederhana kebugaran jasmani. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahap observasi awal, pretest pengetahuan, sosialisasi, demonstrasi senam kebugaran, praktik aktivitas fisik, posttest, dan evaluasi reflektif. Peserta kegiatan adalah 30 siswa Panti Asuhan berusia 10–15 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi angket pengetahuan pola hidup sehat, lembar observasi partisipasi, dan tes kebugaran jasmani sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 62,33 menjadi 84,67. Selain itu, partisipasi siswa dalam aktivitas fisik meningkat dari kategori cukup menjadi baik. Hasil pengukuran kebugaran jasmani juga menunjukkan peningkatan pada aspek daya tahan, kekuatan otot perut, kelentukan, dan koordinasi gerak. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi pola hidup sehat yang dipadukan dengan praktik aktivitas fisik sederhana dapat menjadi strategi edukatif yang efektif untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan kebugaran jasmani siswa panti asuhan.
References
Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Student physical education and physical activity. CDC.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pentingnya aktivitas fisik anak remaja. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Gizi seimbang pada remaja. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Mengapa harus melakukan aktivitas fisik? Ayo Sehat Kemenkes RI.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (n.d.). Tes Kebugaran Siswa Indonesia. TKSI.
Sakinah, M. I. (2023). Pemberdayaan siswa sekolah dasar dalam program senam sehat untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat.
Ulfa, L., Asyifa, D., Samingan, & Fidzki, N. B. T. (2024). Screening for nutritional status and strengthening healthy lifestyle among adolescents. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



