Pengaruh Perbedaan Setting Kedalaman Perairan pada Pengoperasian Alat Tangkap Pancing Ulur terhadap Ikan Kerapu (Epinephelus Sp.) di Perairan Pantai Pengambengan

Authors

  • Gusman Ilham Widiantoro Universitas Dr. Soetomo Surabaya
  • M Tajuddin Noor Universitas Dr. Soetomo Surabaya
  • Exist Saraswati Universitas Dr. Soetomo Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.62951/manfish.v4i1.319

Keywords:

Depth Setting, Fishing Rods, Fishing Techniques, Grouper Fish, Marine Biology

Abstract

Long fishing is an environmentally friendly traditional fishing tool that is commonly used by fishermen to catch fish passively using bait, both in sandy waters and in coral reef areas. Grouper fish (Epinephelus sp.) tend to inhabit waters of a certain depth, especially in areas of coral fractures and dead corals that serve as shelter and foraging. Determining the right depth setting in the operation of a fishing rod is essential to optimize the catch. This study aims to determine the effect of the difference in setting depth on grouper fish catch in the waters of Pengambengan Beach and determine the most effective depth. The study used an experimental method with three depth treatments, namely 10 m, 15 m, and 20 m, each repeated nine times. Data analysis was carried out by Group Random Design (RAK) and ANOVA test. The results showed that a depth of 10 m produced the highest catch with a total of 35 fish (average 3.89 fish/trip), followed by a depth of 15 m with 10 fish (average 1.11 fish/trip), and a depth of 20 m with 7 fish (average 0.78 fish/trip). Statistically, the difference in depth has a real influence on the number of grouper catches. A depth of 10 m is recommended as the optimal setting for the operation of long fishing rods in the waters of Pengambengan Beach.

References

Aini, L. N., Ariani, F., & Heriyanto, T. (2021). Pengoperasian alat tangkap pancing ulur kaitanya dengan tingkat keramahan lingkungan di perairan Kuallo Sorkam Tapanuli Tengah. Journal of Agribusiness and Community Development (AGRIVASI), 1(1), 68-70.

Mayor, C. E., Toha, A., Albert, W., & Dailami, M. (2025). Keragaman genetik ikan kerapu (Epinephelus areolatus) di perairan selatan Kepala Burung Papua. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua, 8(1), 20-21. https://doi.org/10.31957/acr.v8i1.4612

Meilina, S. C., Sari, A. S., Ma'rifah, N. A., Rachmawati, H. A., Arsad, S., P. D. Wulan, & Nindarwi, D. (2024). Seleksi budidaya ikan kerapu cantang. Artikel Ilmiah Populer, Universitas Airlangga.

Mujiyanto, & Sugianti. (2014). Bioekologi ikan kerapu di Kepulauan Karimunjawa. Jurnal Ilmu Kelautan, 19(2), 89-90. https://doi.org/10.14710/ik.ijms.19.2.88-96

Mujiyanto, & Syam, A. R. (2015). Karakteristik habitat ikan kerapu di Kepulauan Karimunjawa Jawa Tengah. Bawal, 7(3), 149-150. https://doi.org/10.15578/bawal.7.3.2015.147-154

Nasution, A. F., Tajuddin, N., & Saraswati, E. (2025). Pengaruh perbedaan kedalaman setting pada alat tangkap pancing ulur terhadap hasil tangkapan ikan madidihang (Tuhunnus albacares) di perairan Mentawai yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan, 3(1), 109-112. https://doi.org/10.62951/manfish.v3i1.129

Pattiasina, S., Marasabessy, F., & Manggombo, B. (2020). Teknik pengoperasian alat tangkap pancing ulur (handline) untuk penangkapan ikan kakap merah (Lutjanus sp.) di perairan Kampung Kanai Distrik Paidido Kabupaten Biak Numfor. Jurnal Perikanan Kamasan, 1(1), 21-24. https://doi.org/10.58950/jpk.v1i1.19

Pemerintah Kecamatan Negara. (2019). Profil desa Pengambengan.

Shadiqin, I., Yusfiyani, & Imron, M. (2018). Produktivitas alat tangkap pancing ulur (handline) pada rumpon portable di perairan Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 9(2), 106-107. https://doi.org/10.24319/jtpk.9.105-113

Shara, A. R. (2018). Analisis kawasan minapolitan di desa Pegambengan. Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial UNDIKSHA dan IGI, 19(2), 194-195. https://doi.org/10.23887/mkg.v19i2.16562

Sulistyowati, B., Kamal, M., Yonvitner, & Yulianto, I. (2018). Penilaian kelompok ikan kerapu dengan pendekatan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem di Taman Nasional Karimunjawa. Coastal and Ocean Journal, 1(3), 41-42. https://doi.org/10.29244/COJ.2.1.41-56

Uar, N. D., Murti, S. H., & Hadisusanto, S. (2016). Kerusakan lingkungan akibat manusia pada ekosistem terumbu karang. Majalah Geografi Indonesia, 30(1), 88-89. https://doi.org/10.22146/mgi.15626

Uspar, Djamil, C., M. Firmansyah, & Jaswan. (2024). Analisis hasil tangkapan pancing ulur (hand line) yang didaratkan pada pelabuhan Pangkalan PPI Lappa. Fisheries and Aquatic Studies, 4(2), 102-103.

White, D. (2013). Market fishes of Indonesia. Australian Government.

Zega, A., Zebua, R. D., Ayu, B. A., Victor, M., Mendrofa, J. S., Laoli, D., Lase, R. C., Dawolo, J., D. Dwista, & Zebua, O. (2024). Anatomi ikan kerapu (Epinephelus sp.): Memahami organ dalam ikan dan posisinya. Jurnal Ilmu Perikanan, 15(1), 106-108. https://doi.org/10.35316/jsapi.v15i1.4733

Downloads

Published

2026-03-12

How to Cite

Gusman Ilham Widiantoro, M Tajuddin Noor, & Exist Saraswati. (2026). Pengaruh Perbedaan Setting Kedalaman Perairan pada Pengoperasian Alat Tangkap Pancing Ulur terhadap Ikan Kerapu (Epinephelus Sp.) di Perairan Pantai Pengambengan. Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Peternakan, 4(1), 85–101. https://doi.org/10.62951/manfish.v4i1.319

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>