Pengaruh Perubahan Suhu terhadap Panjang Standar dan Kelangsungan Hidup Nauplius Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)

Authors

  • Aulya Anjelyna Universitas Dr.Soetomo Surabaya
  • Achmad Kusyairi Universitas Dr.Soetomo Surabaya
  • Sri Oetami Madyowati Universitas Dr.Soetomo Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.62951/zebra.v4i1.320

Keywords:

Growth Length, Nauplius, Survival Rate, Temperature, Vannamei Shrimp Seed

Abstract

Whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) is a leading commodity in aquaculture in Indonesia due to a number of advantages such as disease resistance, rapid growth, high survival rate, and feed conversion efficiency. Whiteleg shrimp contributes significantly to Indonesian fisheries exports, reaching 38.98% in 2021. To meet high market demand, increasing the productivity and quality of whiteleg shrimp is very important, where the quality of the shrimp is influenced by the quality of the fry. Good management, including selecting quality broodstock, proper handling of eggs and nauplii, and maintaining optimal water quality, is very important in producing quality whiteleg shrimp fry. This study aims to determine the effect of temperature on the growth length and life expectancy of whiteleg shrimp nauplii. The study was conducted using a completely randomized design with three different temperature treatments (26°C, 29°C, and 32°C). The whiteleg shrimp nauplii used had an average size of 328.24mm obtained from PT. Delta Windu Purnama Situbondo. The water quality parameters used are Temperature, pH, salinity, and DO. Delta Windu Purnama Situbondo. Data were analyzed using SPSS 16.

References

Amin, M., & Suwoyo, H. S. (2011). Jenis dan komposisi plankton pada budidaya polikultur udang windu, udang vaname, ikan bandeng, dan rumput laut di tambak. Dalam Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (hlm. 773–778).

Barus, T. A. (2004). Faktor-faktor lingkungan abiotik dan keanekaragaman plankton sebagai indikator kualitas perairan Danau Toba. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 11(2), 61–70.

Dede, H., Aryawati, R., & Diansyah, G. (2014). Evaluasi tingkat kesesuaian kualitas air tambak udang berdasarkan produktivitas primer PT Tirta Bumi Nirbaya Teluk Hurun Lampung Selatan (studi kasus). Maspari Journal, 6(1), 32–38.

Erlina, E., Hartoko, A., & Sumito, S. (2007). Kualitas perairan di sekitar BBPBAP Jepara ditinjau dari aspek produktivitas primer sebagai landasan operasional pengembangan budidaya udang dan ikan. Jurnal Pasir Laut, 2(2), 1–17.

Farchan, M. (2006). Teknik budidaya udang vannamei. BAPPL Sekolah Tinggi Perikanan.

Haliman, R. W., & Adijaya, D. S. (2005). Udang vaname. Penebar Swadaya.

Hendrajat, E. A., Mangampa, M., & Suryanto, H. (2007). Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) pola tradisional plus di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Media Akuakultur, 2(2), 67–70.

Hutagalung, H. P. (1983). Pengaruh suhu air terhadap kehidupan organisme laut. Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Laut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi LIPI.

Hutagalung, H. P. (1988). Pengaruh suhu air terhadap kehidupan organisme laut. Oseana, 13(4), 153–164.

Kungvankij, P., Ludadera, B. J., Tiro, L. B., & Postestas, I. O. (1986). Biology and culture of seabass (Lates calcarifer). Network of Aquaculture Centres in Asia.

Purba, C. Y. (2012). Performa pertumbuhan, kelulushidupan, dan kandungan nutrisi larva udang vaname (Litopenaeus vannamei) melalui pemberian pakan artemia produk lokal yang diperkaya dengan sel diatom. Journal of Aquaculture Management and Technology, 1(1), 102–115.

Rakhmanda, A. (2011). Estimasi populasi gastropoda di Sungai Tambak Bayan Yogyakarta. Jurnal Ekologi Perairan, 1, 1–7.

Salmin. (2005). Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Oseana, 30(3), 21–26.

Sanusi, I., & Hozairi, H. (2015). Sistem pendukung keputusan penentuan lokasi pembangunan tambak udang menggunakan metode TOPSIS berbasis GIS. Dalam Prosiding Seminar Nasional Humaniora dan Aplikasi Teknologi Informasi (SEHATI) (Vol. 1, No. 1, hlm. 636–642).

Suwoyo, H. S., & Mangampa, M. (2010). Aplikasi probiotik dengan konsentrasi berbeda pada pemeliharaan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Dalam Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (hlm. 239–247).

Wyban, J., Walsh, W. A., & Godin, D. M. (1995). Temperature effects on growth, feeding rate and feed conversion of the Pacific white shrimp (Penaeus vannamei). Aquaculture, 138(1–4), 267–279.

Yudiati, E., Arifin, Z., & Riniatsih, I. (2012). Pengaruh aplikasi probiotik terhadap laju sintasan dan pertumbuhan tokolan udang vaname (Litopenaeus vannamei), populasi bakteri Vibrio, serta kandungan amoniak dan bahan organik media budidaya. Ilmu Kelautan: Indonesian Journal of Marine Sciences, 15(3), 153–158.

Downloads

Published

2026-04-01

How to Cite

Aulya Anjelyna, Achmad Kusyairi, & Sri Oetami Madyowati. (2026). Pengaruh Perubahan Suhu terhadap Panjang Standar dan Kelangsungan Hidup Nauplius Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Zebra: Jurnal Ilmu Peternakan Dan Ilmu Hewani, 4(1), 01–18. https://doi.org/10.62951/zebra.v4i1.320

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.