Resital Tari sebagai Luaran Pembelajaran Mata Kuliah Seni Tari dan Drama Mahasiswa PGSD Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Authors

  • Anton Sitepu Universitas Katolik Santo Thomas Medan
  • Paska Sriulina Tarigan Universitas Katolik Santo Thomas Medan
  • Cesya Tirta Mora Sirait Universitas Katolik Santo Thomas Medan

DOI:

https://doi.org/10.62951/komunitas.v4i3.390

Keywords:

Resital Tari, Seni Tari Dan Drama, Mahasiswa PGSD, Luaran Pembelajaran, Pengabdian Masyarakat

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan resital tari sebagai luaran pembelajaran mata kuliah Seni Tari dan Drama mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Katolik Santo Thomas Medan. Resital tari dilaksanakan sebagai bentuk aktualisasi pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan kemampuan artistik, pedagogik, kreativitas, kerja sama, manajemen pertunjukan, dan apresiasi budaya. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa PGSD semester 4 sebanyak 320 orang. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas tahap perencanaan, pelatihan dan pendampingan, penciptaan karya, gladi, pementasan resital, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa resital tari mampu menjadi media penguatan kompetensi mahasiswa calon guru sekolah dasar, khususnya dalam merancang pembelajaran seni yang kreatif, komunikatif, dan kontekstual. Selain itu, kegiatan ini memberikan ruang apresiasi seni bagi masyarakat serta memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal melalui pertunjukan tari. Resital tari sebagai luaran pembelajaran tidak hanya menghasilkan produk seni pertunjukan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa dalam aspek disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, percaya diri, dan kepedulian terhadap pelestarian budaya. Dengan demikian, resital tari dapat dijadikan model luaran pembelajaran mata kuliah seni yang relevan dengan penguatan kompetensi calon guru SD dan pengabdian kepada masyarakat.

References

Bolstad, R. (2010). The contributions of learning in the arts: A review of the literature. New Zealand Council for Educational Research.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2026). Capaian Pembelajaran Seni Tari SD-SMA Kurikulum Merdeka. Platform Guru Kemendikdasmen.

Komala, I. (2022). Pendidikan seni dan Kurikulum Merdeka Belajar. Belaindika: Pembelajaran dan Inovasi Pendidikan.

Lina, V. B., Londa, Y. E., Owa, M. I., & Lendong, A. M. (2025). Dari konsep ke panggung: Pendekatan produksi dan manajemen pertunjukan seni musik dan seni tari dalam drama musikal mahasiswa Prodi PGSD Universitas Flores. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 11(4), 216–228.

OECD. (2013). Art for art’s sake? The impact of arts education. OECD Publishing.

UNESCO. (2006). Road map for arts education: Building creative capacities for the 21st century. UNESCO.

UNESCO. (2024). UNESCO Framework for Culture and Arts Education. UNESCO.

Winner, E., Goldstein, T. R., & Vincent-Lancrin, S. (2013). Art for art’s sake? The impact of arts education. OECD Publishing.

Yuliani, R., & Prasetyo, D. (2023). Pembelajaran seni tari berbasis proyek dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa calon guru sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya, 8(2), 101–112.

Downloads

Published

2026-06-04

How to Cite

Sitepu, A., Sriulina Tarigan, P., & Mora Sirait, C. T. (2026). Resital Tari sebagai Luaran Pembelajaran Mata Kuliah Seni Tari dan Drama Mahasiswa PGSD Universitas Katolik Santo Thomas Medan. Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia , 4(3), 90–95. https://doi.org/10.62951/komunitas.v4i3.390

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.